“Bertemu,
mengenal, membaca satu sama lain, hanyalah sebuah proses yang membawa keduanya
pada sebuah hubungan kemudian.” – halaman 80
Leonardo
Halim, pelukis muda berbakat dari Indonesia yang mengidolakan sang maestro Michelangelo.
Baru saja salah satu mimpinya terwujud yaitu proyek seni rupa di kota Roma. Tak
seperti di negara asalnya, Italia sepertinya menikmati aneka lukisan yang
terpajang di dinding. Ia tak memikirkan soal bagaimana orang lain menilai
karyanya. Saat mengetahui kalau lukisannya akan dibeli, Leo hanya berpikir soal
satu di antara sejumlah lukisan yang begitu personal baginya. – Gereja Saint
Agnes, perempuan di dalam lukisan itu, dan cerita kakek tentangnya.