Tampilkan postingan dengan label Bukune. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bukune. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Juni 2015

Review : "Back to You"


“Bahwa pertemuan dua orang yang jodoh itu nggak bisa diduga-duga. Ada yang kelewat gampang, ada yang kelewat susah. Cinta yang luar biasa bisa datang dari pertemuan paling sederhana.” – Halaman 37

“Kita nggak akan pernah tahu akan mendapatkan kesempatan untuk jatuh cinta lagi atau enggak. Kita nggak pernah menduga akan bisa merelakan. Kita nggak pernah bisa menerka apakah bisa melupakan. Semuanya nggak akan kita tau kalau tidak diberi kesempatan.” – Halaman 234

 

Jumat, 30 Januari 2015

[Review] : "Penunggu Puncak Ancala"



“Mitos tetaplah mitos, dan kami tak boleh takabur”

Sebuah kumpulan cerpen (kumcer) yang terdiri dari 10 cerita pendek dari 5 penulis. Judulnya sih Penunggu Puncak Ancala, dan baru aku ketahui kalau “ancala” artinya “gunung”. Kirain nama gunung itu sendiri, hehee. Walaupun tagline-nya berbunyi “kisah horror para pendaki gunung”, tapi cerita di dalamnya nggak semua mengenai pendakian gunung. Seperti “Penampakan di Ujung Kulon, Nenek Tua dari Goa Pindul, dan Sejuta Rahasia Danau Singkarak”.

Selasa, 09 September 2014

[Review] : "Analogi Cinta Berdua"


Baca juga : [Review] Analogi Cinta Sendiri

“Orang yang jatuh cinta diam-diam mungkin sudah biasa merasa sendiri. Namun, semua pemuja rahasia nggak akan mau terus menerus selamanya sendiri.”  – Halaman iii

“Orang yang jatuh cinta sendiri, keinginannya sederhana. Dia hanya ingin berdua.”  – Halaman iii



Kamis, 15 Mei 2014

[Review] : "Luntang Lantung"



“Karena secapek-capeknya orang sibuk, lebih capek orang nganggur yang nyari kerja.”

Sebuah novel komedi karya Roy Saputra yang menurutku nggak kocak-kocak banget, cuma dipaksakan aja buat lucu tapi cukup menghibur. Alasannya klise, novel ini yang nemennin aku waktu gundah, gelisah, nungguin weekend banking  yang bukanya 2 jam lagi. Jadi, kutemukan buku ini teronggok manis di sudut rak buku perpustakaan daerah, lalu kubaca-baca buat mengusir kejenuhan *loh kok malah curhat* Iya, aku tahu kok, itu cover diatas adalah cover lama sebelum revisi.

Selasa, 25 Februari 2014

[Review] "Cinta. (baca: cinta dengan titik)"


“Sebab dua terkadang kurang, dan tiga adalah bencana” (halaman 98)

Nessa Eswari Moe, cewek pengagum senja yang mempunyai masalah dengan cinta. Ia tidak percaya akan adanya cinta, oleh sebab itu, di usianya yang ke-23 Nessa belum terlihat mempunyai pacar. Ayahnya khawatir dengan Nessa hingga berniat menjodohkannya dengan Endru, anak dari sahabat ayah Nessa. Nessa sendiri bekerja sebagai freelancer copywriting yang entahlah pekerjaan apa itu, saya juga tidak tahu.

Pertemuannya dengan Ademas Kusuma Waluyo (atau sebut saja Demas) di pesawat yang menimbulkan obrolan kecil serta pertemuannya yang kebetulan di kedai donat membuat Nessa menimbang-nimbang tawaran untuk melamar menjadi editor di EPILOG, tetapi sayangnya gagal. Tetapi kemudian Demas menawarkan diri untuk mengajak Nessa bekerja sama dalam project website yang bernama Adventurer.

Rabu, 22 Januari 2014

[Review] "Kata Hati : sebutlah itu cinta"


“Masa lalu tak seharusnya kembali, dan memang tak sepantasnya kembali.” – (halaman 11)

Novel Kata Hati ini bercerita tentang Randi yang merasa cintanya dikhianati oleh Dera. Mereka yang sudah berpacaran 5 tahun memutuskan untuk mengakhiri hubungannya karena sebuah perselingkuhan yang dilakukan Dera dengan laki-laki lain.
Berat rasanya untuk berpaling dari seseorang yang sudah sekian lama selalu mendampingi disaat suka dan duka, tapi Randi tak ingin berkelanjutan merasa galau. Dengan bantuan Irfan (sahabat Randi), ia mencoba untuk melupakan segala tentang Dera. Tetapi tak semudah membalikkan telapak tangan *kata peribahasa*, sepertinya segala penjuru Jogja, terlebih Djendelo Koffie membuat Randi selalu merindukan sosok ceria Dera yang selalu menemaninya. 
**Yang pacaran 5 tahun aja bisa putus, apalagi yang baru 1 tahun – 2 tahun. Udah, nikahin aja. Hahaa.

Minggu, 19 Januari 2014

[Review] "Analogi Cinta Sendiri"

Baca juga : [Review] Analogi Cinta Berdua


“Gue cukup menikmati rasa suka dan penasaran sendirian. Menurut gue, dengan memendam rasa yang gue punya, akan menjauhkan gue dari sakit hati.” – (halaman 23)

Ini kisah tentang Oka yang mempunyai nama lengkap Dara Prayoga. Oka sang secret admirer  yang sepertinya mempunyai kisah cinta yang tragis. Ditolak dengan alasan terlalu cepat, udah dianggap kakak-kakakan, terlalu baik, dan alasan absurd  lainnya. Tak jarang juga ia terjebak dalam friendzone.

Cerita di masa-masa yang indah dimulai pertemuan pertamanya dengan Regina pada waktu ospek. Regina yang pingsan ditolong oleh Oka, dan sejak saat itu Oka merasakan ada yang berdebar di dadanya. Kedekatannya dengan Regina yang membuat ia selalu menjadi tempat curhat Regina tentang Tommy. Hatinya pun hancur ketika ia telah kalah beberapa langkah untuk PDKT dengan Regina.