Senin, 12 Januari 2015

[Review] : "Eliana"


“Anak perempuan itu harus gesit. Besok lusa kau akan mengurus keluarga sendiri, anak-anak. Bagaimana coba kalau kau lupa dimana meletakkan anak kau sendiri?” – Halaman 275

“Jangan pernah meremehkan anak perempuan. Kau juga benar kalau laki-laki dilahirkan lebih kuat, lebih cepat. Tapi bukan berarti perempuan tidak punya kelebihan. Esok lusa, kau akan tahu, dimana-mana, di bidang apapun, perempuan bisa terlibat dan melakukan segala hal sebaik laki-laki. Sejatinya kita memang tidak boleh meremehkan anak perempuan. Sebaliknya, anak perempuan tidak boleh meremehkan anak laki-laki.” – Halaman 296


Jumat, 09 Januari 2015

[Review] : "Pukat"


“Kitalah yang paling tahu seperti apa kita, sepanjang kita jujur terhadap diri sendiri. Sepanjang kita terbuka dengan pendapat orang lain, mau mendengarkan masukan dan punya sedikit selera humor, menertawakan diri sendiri. Dengan itu semua kita bisa terus memperbaiki perangai.” – Halaman 94


Novel Pukat adalah buku ketiga dari serial Anak-anak Mamak. Judul ini diambil dari nama tokoh utamanya itu sendiri.
 

[Review] : "Rembulan Tenggelam di Wajahmu"


“Bagai mengumpulkan air segalon raksasa lantas bocor, kebaikan-kebaikan itu musnah oleh penghujung yang jelek. Bagai musim kemarau yang panjang terkena hujan satu jam, keburukan-keburukan itu berguguran oleh penghujung yang baik.” – Halaman 166


Jika kamu diberi kesempatan untuk bertanya lima pertanyaan selama hidupmu, apakah yang akan kamu pertanyakan? Tunggu dan simak sebuah kisah tentang seorang anak yang selalu bertuah kemudian cermati jawaban-jawaban yang akan disampaikan oleh orang dengan wajah menyenangkan. Begitulah hidup, serangkaian proses yang saling berantai satu sama lain.