Rabu, 12 Februari 2014

[Review] "After Rain - Suatu saat aku berhenti menangisimu"


Ini tentang Serenade Senja yang mencintai seorang lelaki bernama Bara. Hubungan mereka telah terjalin selama 10 tahun, Bara adalah cinta pertama Seren. “He’s my first and definitely will be my last. No doubt” kata Seren. Tetapi, semuanya tak seindah yang dipikirkan. Bara adalah ayah dari seorang anak perempuan bernama Lily. Itu artinya Bara juga sudah mempunyai istri, Anggi. Mereka dijodohkan oleh orang tuanya hingga akhirnya Bara menikahi Anggi, bukan Seren.

3 tahun setelah pernikahan Bara dan Anggi, Seren memutuskan untuk tetap menunggu Bara. Meski perih, meski luka, meski harus ia kubur rapat-rapat perasaan itu hingga tak ada yang tahu. Ini cinta atau bangkai sih sebenarnya? Pernah terpikir oleh Seren yang memaksa Bara untuk memilih dirinya atau Anggi. Pertanyaan yang membuat Bara bimbang juga. Ia boleh saja tidak mencintai Anggi, tapi tidak mungkin ia tega meninggalkan Lily.

“Semua perasaan sakit, pedih, nyeri, apapun namanya. Telan saja tak perlu dikunyah. Kumpulkan saja semua perasaan di dalam kotak, jejalkan semuanya sampai sesak, lalu kunci sudut hati paling dalam. Beres.” – halaman 17

**Alurnya maju mundur dengan font yang berbeda. Menyenangkan, ringan. Rasanya lebih dikenalkan dan dibedakan antara Bara dan Seren pertama kenal dengan mereka yang telah menjalin hubungan 10 tahun. Bingung sih enggak, hanya saja saya mendapat cetakan yang agak rusak, mungkin itu murni cuma kesalahan cetak. Nggak mengurangi nilai cerita kok.

Pertanyaan Seren akhirnya terjawab sudah. Bara tak bisa meninggalkan Lily demi Seren dan ia memutuskan utnuk mengakhiri hubungan gelapnya dengan Seren. 10 tahun penantian itu terbalaskan oleh kepergian dan air mata yang tak berhenti mengalir. Disaat seperti itulah, sahabat memang dibutuhkan. Beruntunglah Seren yang mempunyai sahabat seperti Kean.

Putusnya hubungan Seren dan Bara membuat Bara tidak peduli lagi pada Seren. Saling menghindar dan tak bertatap mata. Tak seperti yang biasanya mereka lakukan selama di kantor. Pagi-pagi di pantry serta pulang kerja selalu bersama-sama. Rasa nyaman sudah tak Seren dapatkan lagi dan tak ada alasan untuk bertahan di kantor yang sama dengan Bara.

Dari kebimbangannya, Seren memutuskan untuk melamar pekerjaan sebagai guru Bahasa Inggris di sebuah SMA swasta paling populer sebagai guru pengganti Miss Anggun yang akan cuti melahirkan. Seren resign dari kantor lamanya dan ia diterima sebagai guru di sekolah itu.

**Sial, baru halaman awal-awal aja rasanya udah terharu aja. Aku benci Bara yang rasanya mempermainkan perasaan perempuan seenaknya sendiri, aku benci Seren yang mau-maunya dipermainkan. Ya, mereka bilang cinta itu nggak butuh logika. Mbak Anggun, masih jaman perjodohan ya? Kasihan.

Hari pertama ia mengajar rasanya gugup sekali, sangat gugup. Dan sejak saat itulah namanya sering dipanggil ‘Miss Seren’. Hari pertama memberikan pelajaran di kelas Nola (keponakan Kean) ia merasa dikerjain sama Kenzo dan memutuskan untuk menenangkan diri sejenak menuju ruang musik, tempat yang menenangkan dengan alunan pianonya. Sekembalinya di kelas, Seren dimarahi sama Miss Ema (kepala sekolah) karena mendapati dirinya tidak ada di kelas dan suasana kelas menjadi ramai.

Nggak ada pekerjaan yang nggak melelahkan, nggak ada pekerjaan yang nggak menjemukan. Dan lagi-lagi setiap Seren merasakan butuh tempat untuk singgah, ia menuju ke ruang musik. Entahlah, untuk mencari kedamaian diri atau mencari Pak Elang, guru music di sekolah? Selama Seren emenjadi guru di SMA swasta itu, tak pernah sekalipun ia berkomunikasi dengan Bara sampai pada suatu saat ia bertemu dengan Bara beserta keluarganya (Lily dan Anggi) di sebuah toko baju vintage. Seren, Anggi, Lily, dan Bara mereka saling pandang dan Seren diperkenalkan oleh Bara sebagai teman kantornya, tanpa Anggi tahu kalau sebenarnya Seren pernah menjadi selingkuhan Bara.

Semakin lama, Seren merasa kalau Elang mampu meruntuhkan benteng pertahanan hatinya. 3 bulan mengenalnya sudah bisa merasakan ada yang berbeda pada dirinya. Mereka berdua sama-sama patah hati karena ditinggalkan. Sekejap, Seren merasa kalau ia seharusnya melupakan Bara dan memulai cinta yang baru lagi. Tetapi, sebelum Seren mampu mencoba mengindahkan dunianya, Bara muncul kembali dengan harapannya jika ia ditakdirkan memang bersama Seren. Ah, bener-bener brengsek kan si Bara?

Jadi, bagaimana kelanjutan hubungan Seren dan Bara? Apakah mereka benar-benar memilih berpisah atau Bara akan menjalin cinta dengan Seren setelah menceraikan Anggi?

**Sebagai novel debut, cukup membuat hati saya jumpalitan. Terharu maksimal. Suka sama ceritanya. Mengaduk-aduk perasaan. Yang pacaran 10 tahun aja bukan jaminan bakalan menikah dan hidup bersama-sama. Realistis itu penting, dan patah hati itu bukan vonis mati.

**Suatu saat aku berhenti menangisimu. Ya suatu saat. Karena hidup adalah perjalanan berliku penuh badai.

Selamat membaca. Ini adalah sepenggal kisah tanpa selamat tinggal dari dia yang bersenyum lengkung bulan sabit. Bertahun-tahun embrio kisah ini terus dierami di rahim hati, tak henti menunggu, sampai semesta mengizinkannya lahir. Maka, rayakanlah! Mari kembali menemukan cinta.


Keterangan buku:
Penulis                              : Anggun Prameswari
Penyunting                        : Ayuning
Proofreader                      : Jia Effendie
Desain dan ilustrasi sampul  : Levina Lesmana
Penata letak                      : Landi A. Handwiko
Penerbit                            : Gagasmedia
Cetakan                           : Pertama, 2013
Halaman                          : viii + 324 hlm ; 13 x 19 cm
ISBN                                : 979-780-659-6
 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbuka untuk dikritik dan saran. Silakan :)